What exactly bells palsy is ?? Bells palsy bukan
makanan guys.. bukan juga teknologi terbaru. Tapi nama penyakit yang pernah
saya alami, dan mungkin jutaan ribu orang di dunia ini..
Gimana ceritanya… ??
Berawal di sore hari, ketika mata tak hentinya
berair, pengen nangis. Rasanya agak perih, kirain iritasi. Akhirnya saya tetesi
degan obat tetes mata..waah tambah parah justru malah memerah. Ngademlah
didepan kipas angin, hoped that it would heal the irritation. Yang jelas tetap
aneh juga, bukannya kalau iritasi mata tambah kering ya kalau kena angin ??
-___-. Oke, saya masih anggap ini iritasi sampai besok paginya jadi panitia
penerimaan mahasiswa baru.
Datang ke auditorium unmul pagi-pagi nemenin adik2
maba kesana kemari, sampai akhirnya ditengah terik siang hari, kami ngadem dibawah
pohon rindang dan akhirnya photo bareng (Ciiiss). Setelah lihat hasil jepretan
temen, kok ada yang aneh degan senyum saya. What ??! why ??! kenapa senyum saya
gak seperti biasanya ?? kenapa ini totally strange !!!?? senyum saya
miriiing ke kaanan ?. Walhasil minta si mb nur (temen) untuk foto ulang,
berharap ini hanya kesalahan kamera, kesalahan jepret (**%##$), dan hasilnya ?
tetap SAMA T_T jadilah saya panic seketika. Ada apa dengan wajahkuu T_T ???
nanya sana sini, "Mba, tolong lihatin wajah saya deh, ada yang aneh gk ?
jabawannya adalah “gak kok, gak ada yang aneh”. Gak puas dengan jawaban ini.
Akhirnya coba ngecek di kaca sipon motor, dan memang wajah saya terlihat sangat
aneh”.
Siang itu laper banget. Makan siang di café pusdima unmul. Saya
hanpir gk bisa ngunyah makanan dengan
sempurna, karna rasanya bibir ini bengkak T_T. Dugaan saya adalah, ini bibir
mungkin digigit serangga, semut. Giliran pas minum, masyaAllah, itu minuman
keluar degan sendirinya dari mulut gk bisa ketelen.
Cek lagi di kaca spion, ternyata mata sebelah
kiri gk bisa ngedip. Pantesan aja, berair, secara gk bisa ngedip dan pastinya
udah kebanyakan keanginan (baca kena angin). Langusug buru2 pulang ke rumah dan
kembali berkaca. Tambah yakin kalau ini diluar dari diriku yang sewajarnya.
Penasaran banget apa yang terjadi, saya cari di intenet bermodal keywords yang
entah harus seperti apa mengekspresikannya di mak google “Kenapa mata sebelah
tidak bisa berkedip dan wajah terasa kaku”. Munculah banyak jawaban atas
keywords ini. Kesemuaannya tentang bells palsy. Apaan nih bells palsy ??
ternyata ini adalah penyakit mononeuropati (gangguan hanya pada satu syaraf)
yang menyerang syaraf no 7 (syaraf fascialis). Inti dari syaraf 7 berada di
batang otak dan berfungsi untuk mengatur otot pergerakan organ wajah antara
lain di daerah mulut seperti meringis, bibir maju ke depan. Pada mata, syaraf
ini juga mengatur pergerakan kelopak mata seperti memejamkan mata, pergerakan
bola mata serta mengatur aliran air mata. Syaraf ini juga memiliki serabut yang
menuju ke kelenjar ludah dan juga pendengaran (#COPAS).
Setelah baca itu, saya langsung cek semua
ciri-cirinya di cermin. Tenyata benar, mata sebelah kiri gak bisa kedip, gak
bisa meringis, giliran senyum, bibir hanya miring ke kanan, gak bisa monyongin
bibir, gk bisa angkat alis, nelan makanan susah, apalagi minum, sering tumpah2 (baca
keluar lagi dari mulut). Huuuuaaa.. tambah panic T_T. Gimana niih ?? apalagi
setelah baca kalau penyakit ini harus segera di tangani selambat-lambatnya
dalam 72 jam. Kalau tidak segera ditangani bisa berakibat fatal, mulai dari
lama proses sembuhnya bahkan samapai gak kembali seperti normal. NOOO !! Akhirnya
saya putusin untuk diam sejenak berfikir, mencari alternative gimana caranya
untuk pertolongan pertama (cari di google), saran yang paling banyak adalah
dengan cara di kompres degan air hangat. Saat itu bingung banget harus cerita
ke siapa. Ke ortu ? gk mungkin ! Mama pasti shock dan gak akan tenang, secara
saya hidup sebagai mahasiswi di Samarinda dan ortu di Balikpapan. Apalagi saya
belum tau jelas ini penyakit berbahaya atau gak.
Finally, saat itu dosen saya
sms. Karena kemarennya kita ketemu untuk bagi2 brochures English Course, jadi
entah apa yang kita omongin via sms saat itu, samapai akhirnya ceritalah saya
pada beliau tentang bells palsy ini. Suddenly, fortunately, beliau menawarkan
untuk langsung ke dokter specialist saraf malam itu juga. Tadinya sempat ragu
karna…hey..ini akhir bulan… uang jajan udah sekarat (baca sekarang saya gak punya uang) T_T
mirisss. Tapi Allah hendak menolong melalui Mam Nia. Bayangin malam itu kita
nuggu suami beliau pulang kerja, trus langsung ke klinik terdekat, ke dokter
umum yang kebetulan adalah teman kami, Dr. Muzzay. Setelah Mb Muzzay cek, make
sure ini bells palsy, akhirnya langsung disuruh ke specialist. Di specialist,
di cek2 bentar, trus langsung terapi selama ±20menit. Kata dokternya ini harus
diterapi setiap hari sampai sembuh. Whhhhaaat ?? Bayangin, nih skali terapi
150ribu T_T. Akhirnya diberilah resep obat yang mahal2, karna mahalnya kita
pustuskan untuk nebus obatnya separuh.
Pertolongan Allah luar biasa. Mb muzzay juga
kasih info tentang BPJS Kesehatan yang akan bantu untuk biaya pengobatan.
Secara nih bakal tiap hari terapi, kalau gak pake jaminan kesehatan,
subhanallah.. berapa banyak yang harus dikeluarkan untuk terapi tiap hari ?
Finnaly, dengan kondisi gak bisa kena angin, saya
pergi ke kantor BPJS bikin account, syukurlah saat itu pengguna BPJS di
Samarinda masih sedikit, pendaftarnya pun sedikit, tidak perlu mengantri
panjang. Datang jam 9 pagi jam 12 sudah selesai semua urusannya.
Alhamdulillah, siang itu juga setelah kartu BPJS
jadi, saya bareng Tutik langsung ke RS AWS utuk terapi. Meskipun di hari
pertama harus menuggu sangat lama untuk masuk ke poli syaraf, dan kemudian juga
harus mengantri di fisioterapi, akhirnya lega juga bisa diterapi untuk yang
kedua kalinya. Dan ini totally free. Tidak dipungut biaya. Karena saya sudah
pake BPJS (really helpful).
Terapi tiap hari terus berlanjut. Bersmama Tutik,
bestie yang selalu setia menemani dari pukul 7 pagi sampai jam 2 siang tiap
harinya. Lama banget yaa buu ngantrinya. Akhirnya karena sudah mulai terbiasa
dengan ritme kunjungan pasien di rumah sakit, akhirnya saya dapet ide, dan ini
juga bisa jadi tips buat teman2. Saya datang pada jam istirahat. Jm 12. Sholat
dzhur disana, ambil nomor antrian di BPJS, trus ngantri di fisioterapi. Sepi
baget loooh. Gak ngantri seperti dipagi hari. Karena pada jam 12 biasanya hampir
semua pasien yang daftar di pagi hari sudah terlayani. Jadi saya bisa jadi
peserta awal untuk yang disiang hari.Walhasil gak perlu nuggu berjam-jam dari
pagi di RS.
Ternyata yang bisa kena bells palsy ini bukan
hanya orang dewasa saja. Anak2 juga bisa terserang. Saya bertemu degan anak
kecil bernama Satria yang ternyata juga terserang penyakit ini. Satria masih
berusia 4 atau 5 thn. Dan ternyata memang hobinya sama kayak saya. Ngadem di
depan kipas angin-__-. Karena kamar kos saya yang kecil, belum lagi setelah pulang
kuliah pasti gerah, dan sering banget
duduk ngadepin muka tepat di depan kipas angin. Dan inilah penyebab utamanya.
Dan guys, ketika naik motor trus kaca helm gak ditutup, kita juga gak pake
masker ini juga bisa jadi pemicu. Intinya, wajah kita itu gak boleh terpapar
langsung oleh angin. Bisa bells palsy kayak saya.
Selain Satria ada juga ibu2, yang bahkan lebih
parah kondisi kemiringan bibirnya. Ketika dalam satu ruang terapi yang sama,
kita saling menyemangati untuk sembuh. Asal rajin terapi pasti sembuh.
Alhamdulillah… setelah 9 kali terapi, wajah saya
sudah mulai membaik, sudah hampir kembali normal. Tapi karena saat itu oma saya
di Gorontalo meninggal dunia, jadilah selama hampir satu bulan, saat itu bulan
ramadhan, saya sekelurga pada mudik. Jadi terapi gk berlanjut. Sesekali wajah
terasa kaku, kembali pada pertolongan pertama, dengan kompres air hangat dan
bnyak senam wajah, banyak latihan senyum. Alhamdulillah hingga saat ini wajah sudah
kembali normal, meskipun tetap ada sedikit perubahan degan pipi kanan yang
lebih chubby, dan mata kiri sedikit lebih besar dari yang kanan. Tetapi inilah yang tebaik insyaAllah. Nikmat
yang harus di syukuri.
Betapa kita sering lupa bahwa begitu banyak
nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. Nikmat diberikan wajah, anggota
tubuh yang sempurna tanpa cacat dan paling utama nikmat sehat yang mahal
harganya. So guys.. mari bersyukur.
Alhamdulillah, semoga pengalaman saya ini bisa
bermanfaat bagi teman-teman :)

