Sunday, March 15, 2015

Bells Palsy, Behind the Story



What exactly bells palsy is ?? Bells palsy bukan makanan guys.. bukan juga teknologi terbaru. Tapi nama penyakit yang pernah saya alami, dan mungkin jutaan ribu orang di dunia ini..
Gimana ceritanya… ?? 

Berawal di sore hari, ketika mata tak hentinya berair, pengen nangis. Rasanya agak perih, kirain iritasi. Akhirnya saya tetesi degan obat tetes mata..waah tambah parah justru malah memerah. Ngademlah didepan kipas angin, hoped that it would heal the irritation. Yang jelas tetap aneh juga, bukannya kalau iritasi mata tambah kering ya kalau kena angin ?? -___-. Oke, saya masih anggap ini iritasi sampai besok paginya jadi panitia penerimaan mahasiswa baru.

Datang ke auditorium unmul pagi-pagi nemenin adik2 maba kesana kemari, sampai akhirnya ditengah terik siang hari, kami ngadem dibawah pohon rindang dan akhirnya photo bareng (Ciiiss). Setelah lihat hasil jepretan temen, kok ada yang aneh degan senyum saya. What ??! why ??! kenapa senyum saya gak seperti biasanya ?? kenapa ini totally strange  !!!?? senyum saya miriiing ke kaanan ?. Walhasil minta si mb nur (temen) untuk foto ulang, berharap ini hanya kesalahan kamera, kesalahan jepret (**%##$), dan hasilnya ? tetap SAMA T_T jadilah saya panic seketika. Ada apa dengan wajahkuu T_T ??? nanya sana sini, "Mba, tolong lihatin wajah saya deh, ada yang aneh gk ? jabawannya adalah “gak kok, gak ada yang aneh”. Gak puas dengan jawaban ini. Akhirnya coba ngecek di kaca sipon motor, dan memang wajah saya terlihat sangat aneh”. 

Siang itu laper banget. Makan siang di cafĂ© pusdima unmul. Saya hanpir  gk bisa ngunyah makanan dengan sempurna, karna rasanya bibir ini bengkak T_T. Dugaan saya adalah, ini bibir mungkin digigit serangga, semut. Giliran pas minum, masyaAllah, itu minuman keluar degan sendirinya dari mulut gk bisa ketelen. 

Cek lagi di kaca spion, ternyata mata sebelah kiri gk bisa ngedip. Pantesan aja, berair, secara gk bisa ngedip dan pastinya udah kebanyakan keanginan (baca kena angin). Langusug buru2 pulang ke rumah dan kembali berkaca. Tambah yakin kalau ini diluar dari diriku yang sewajarnya. Penasaran banget apa yang terjadi, saya cari di intenet bermodal keywords yang entah harus seperti apa mengekspresikannya di mak google “Kenapa mata sebelah tidak bisa berkedip dan wajah terasa kaku”. Munculah banyak jawaban atas keywords ini. Kesemuaannya tentang bells palsy. Apaan nih bells palsy ?? ternyata ini adalah penyakit mononeuropati (gangguan hanya pada satu syaraf) yang menyerang syaraf no 7 (syaraf fascialis). Inti dari syaraf 7 berada di batang otak dan berfungsi untuk mengatur otot pergerakan organ wajah antara lain di daerah mulut seperti meringis, bibir maju ke depan. Pada mata, syaraf ini juga mengatur pergerakan kelopak mata seperti memejamkan mata, pergerakan bola mata serta mengatur aliran air mata. Syaraf ini juga memiliki serabut yang menuju ke kelenjar ludah dan juga pendengaran (#COPAS). 

Setelah baca itu, saya langsung cek semua ciri-cirinya di cermin. Tenyata benar, mata sebelah kiri gak bisa kedip, gak bisa meringis, giliran senyum, bibir hanya miring ke kanan, gak bisa monyongin bibir, gk bisa angkat alis, nelan makanan susah, apalagi minum, sering tumpah2 (baca keluar lagi dari mulut). Huuuuaaa.. tambah panic T_T. Gimana niih ?? apalagi setelah baca kalau penyakit ini harus segera di tangani selambat-lambatnya dalam 72 jam. Kalau tidak segera ditangani bisa berakibat fatal, mulai dari lama proses sembuhnya bahkan samapai gak kembali seperti normal. NOOO !! Akhirnya saya putusin untuk diam sejenak berfikir, mencari alternative gimana caranya untuk pertolongan pertama (cari di google), saran yang paling banyak adalah dengan cara di kompres degan air hangat. Saat itu bingung banget harus cerita ke siapa. Ke ortu ? gk mungkin ! Mama pasti shock dan gak akan tenang, secara saya hidup sebagai mahasiswi di Samarinda dan ortu di Balikpapan. Apalagi saya belum tau jelas ini penyakit berbahaya atau gak. 

Finally, saat itu dosen saya sms. Karena kemarennya kita ketemu untuk bagi2 brochures English Course, jadi entah apa yang kita omongin via sms saat itu, samapai akhirnya ceritalah saya pada beliau tentang bells palsy ini. Suddenly, fortunately, beliau menawarkan untuk langsung ke dokter specialist saraf malam itu juga. Tadinya sempat ragu karna…hey..ini akhir bulan… uang jajan udah sekarat  (baca sekarang saya gak punya uang) T_T mirisss. Tapi Allah hendak menolong melalui Mam Nia. Bayangin malam itu kita nuggu suami beliau pulang kerja, trus langsung ke klinik terdekat, ke dokter umum yang kebetulan adalah teman kami, Dr. Muzzay. Setelah Mb Muzzay cek, make sure ini bells palsy, akhirnya langsung disuruh ke specialist. Di specialist, di cek2 bentar, trus langsung terapi selama ±20menit. Kata dokternya ini harus diterapi setiap hari sampai sembuh. Whhhhaaat ?? Bayangin, nih skali terapi 150ribu T_T. Akhirnya diberilah resep obat yang mahal2, karna mahalnya kita pustuskan untuk nebus obatnya separuh.

Pertolongan Allah luar biasa. Mb muzzay juga kasih info tentang BPJS Kesehatan yang akan bantu untuk biaya pengobatan. Secara nih bakal tiap hari terapi, kalau gak pake jaminan kesehatan, subhanallah.. berapa banyak yang harus dikeluarkan untuk terapi tiap hari ?
Finnaly, dengan kondisi gak bisa kena angin, saya pergi ke kantor BPJS bikin account, syukurlah saat itu pengguna BPJS di Samarinda masih sedikit, pendaftarnya pun sedikit, tidak perlu mengantri panjang. Datang jam 9 pagi jam 12 sudah selesai semua urusannya.

Alhamdulillah, siang itu juga setelah kartu BPJS jadi, saya bareng Tutik langsung ke RS AWS utuk terapi. Meskipun di hari pertama harus menuggu sangat lama untuk masuk ke poli syaraf, dan kemudian juga harus mengantri di fisioterapi, akhirnya lega juga bisa diterapi untuk yang kedua kalinya. Dan ini totally free. Tidak dipungut biaya. Karena saya sudah pake BPJS (really helpful). 

Terapi tiap hari terus berlanjut. Bersmama Tutik, bestie yang selalu setia menemani dari pukul 7 pagi sampai jam 2 siang tiap harinya. Lama banget yaa buu ngantrinya. Akhirnya karena sudah mulai terbiasa dengan ritme kunjungan pasien di rumah sakit, akhirnya saya dapet ide, dan ini juga bisa jadi tips buat teman2. Saya datang pada jam istirahat. Jm 12. Sholat dzhur disana, ambil nomor antrian di BPJS, trus ngantri di fisioterapi. Sepi baget loooh. Gak ngantri seperti dipagi hari. Karena pada jam 12 biasanya hampir semua pasien yang daftar di pagi hari sudah terlayani. Jadi saya bisa jadi peserta awal untuk yang disiang hari.Walhasil gak perlu nuggu berjam-jam dari pagi di RS. 

Ternyata yang bisa kena bells palsy ini bukan hanya orang dewasa saja. Anak2 juga bisa terserang. Saya bertemu degan anak kecil bernama Satria yang ternyata juga terserang penyakit ini. Satria masih berusia 4 atau 5 thn. Dan ternyata memang hobinya sama kayak saya. Ngadem di depan kipas angin-__-. Karena kamar kos saya yang kecil, belum lagi setelah pulang kuliah pasti gerah, dan  sering banget duduk ngadepin muka tepat di depan kipas angin. Dan inilah penyebab utamanya. Dan guys, ketika naik motor trus kaca helm gak ditutup, kita juga gak pake masker ini juga bisa jadi pemicu. Intinya, wajah kita itu gak boleh terpapar langsung oleh angin. Bisa bells palsy kayak saya. 

Selain Satria ada juga ibu2, yang bahkan lebih parah kondisi kemiringan bibirnya. Ketika dalam satu ruang terapi yang sama, kita saling menyemangati untuk sembuh. Asal rajin terapi pasti sembuh.
Alhamdulillah… setelah 9 kali terapi, wajah saya sudah mulai membaik, sudah hampir kembali normal. Tapi karena saat itu oma saya di Gorontalo meninggal dunia, jadilah selama hampir satu bulan, saat itu bulan ramadhan, saya sekelurga pada mudik. Jadi terapi gk berlanjut. Sesekali wajah terasa kaku, kembali pada pertolongan pertama, dengan kompres air hangat dan bnyak senam wajah, banyak latihan senyum. Alhamdulillah hingga saat ini wajah sudah kembali normal, meskipun tetap ada sedikit perubahan degan pipi kanan yang lebih chubby, dan mata kiri sedikit lebih besar dari yang kanan.  Tetapi inilah yang tebaik insyaAllah. Nikmat yang harus di syukuri. 

Betapa kita sering lupa bahwa begitu banyak nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. Nikmat diberikan wajah, anggota tubuh yang sempurna tanpa cacat dan paling utama nikmat sehat yang mahal harganya. So guys.. mari bersyukur.

Alhamdulillah, semoga pengalaman saya ini bisa bermanfaat bagi teman-teman :)

No comments:

Post a Comment